Macam-macam Gaya Gesek

Macam-macam Gaya Gesekan – Menurut Leonhard Euler, dilihat dari gerakannya, gaya gesek dibagi menjadi dua macam, yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis.

a. Gaya Gesek Statis

Menurut Hukum I Newton, pada benda yang diam, resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol. Berdasarkan hukum ini, ketika kita mendorong meja tetapi meja tersebut masih diam, tentunya ada gaya lain yang melawan gaya dorong yang anda berikan. Gaya tersebut adalah gaya gesek antara kaki-kaki meja dengan lantai. Gaya gesek ini bekerja pada meja yang diam, sehingga disebut gaya gesek statis (fs). Jadi, gaya gesek statis adalah gaya gesek yang bekerja pada benda yang diam.

Anda telah mengetahui bahwa besarnya gaya gesek tergantung pada kekasaran permukaan benda dan bidang yang bersentuhan. Tingkat kekasaran ini dinyatakan dengan koefisien gesekan. Untuk benda diam, koefisien gesekan disebut koefisien gesekan statis, disimbolkan s. Selain tingkat kekasaran permukaan benda, besarnya gaya gesek dipengaruhi oleh besar gaya normal (N) yang diberikan bidang pada benda. Dari hasil eksperimen, anda mendapatkan grafik fungsi gaya gesek (fs maks) terhadap gaya normal, seperti Gambar 5.8.

Grafik fungsi fsmaks terhadap N

Gambar 5.8 Grafik fungsi fsmaks terhadap N berupa garis miring dengan gradien positif.

Berdasarkan grafik tersebut, gradien atau kemiringan grafik menunjukkan koefisien gesekan statis. Gradien grafik dapat kita cari dengan persamaan berikut.

Gradien = tan α

Gradien garis menunjukkan μs, sehingga:

fs maks = μsN

Keterangan: fs maks = gaya gesek statis maksimum (N)

μs = koefisien gaya gesek statis

= gaya normal (N)

b. Gaya Gesek Kinetis

Kerika anda menendang bola di atas ranah bola akan menggelinding dengan kecepatan tertentu. Tetapi, semakin lama kecepatan bola semakin berkurang dan akhirnya berhenti. Bola dapat bergerak diakibatkan gaya dari tendangan. Namun, saat sedang bergerak, ada gaya yang menghambat gerak bola dan mengurangi kccepatannya. gaya yang menyebabkan kecepatan bola semakin berkurang disebut gaya gesek kinetis, jadi, gaya gesek kinetis adalah gaya gesek yang bekerja pada benda yang bergerak. Sama seperti gaya gesck statis, besar gaya gesek kinetis juga bergantung pada gaya normal dan ringkat kekasaran permukaan benda dan bidang yang bersinggungan (koefisien gesekan). Koefìsien gesekan pada benda yang bergerak disebut koefisien gesekan kinetis yang disimbolkan dengan µk.  Hubungan antara gaya gesek, koefisien gesekan kineris, dan gaya normal diberikan dalae persamaan berikut.

fk = μkN

Jika gaya F bekerja pada suatu benda maka ada tiga kemungkinan, yaitu benda diam, benda tepat akan bergerak, dan benda bergerak dengan percepatan konstan.

a. Benda akan diam jika F< fs maks.

b. Benda tepat akan bergerak jika F=fmaks .

c. Benda bergerak dengan percepatan konstan, jika F—f= m.a

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s